Situs Dewasa Sex Memek Perawan

Situs Dewasa Sex Memek Perawan

Situs Dewasa Sex Memek Perawan

Situs Dewasa Sex Memek Perawan, Bandar 99, Agen DominoQQ, Agen BandarQ, 99 Domino QQ, Situs Agen Bandar Taruhan, Situs Dewasa Sex Ngetot Ibuku, Seks Cerita Dewasa Bokep Hot, Seks Cerita Dewasa Hot Bokep, Cerita Hot Online, Cerita Sex, Cerpenseks, Cerita Dewasa, Cerita Bokep, Situs Porno Indo Hot

Situs Dewasa Sex Memek Perawan

Cerita ini berawal waktu jumat malam sabtu selama jam separuh 12 malam. Tiba-tiba aku menerima telepon dari Riri, rekan kuliahku dulu. Dulu aku tidak jarang jalan bersama sama dia dan anak-anak dari jakarta. Biasalah, masa-masa di kampus kan anda primodial banget

Tapi gak terdapat ruginya temenan sama Riri kok, orangnya cantik, tinggi semampai, body aduhai dan yang terakhir yang aku suka banget dari Riri ialah rambutnya. Dari mula kuliah sampe berlalu rambut Riri yang hitam legam tersebut selalu panjang. Apalagi kalau diatur sedikit menggelung, hmmm aku tidak jarang kali nganggep dia barbie doll banget

“Halo Ra ? terdapat apa nih, tumben nelpon aku. Malem-malem lagi !” tanyaku.
“Yan, dapat jemput aku di XXX gak ?” tanyanya seraya menyebut di antara tempat hiburan malam yang lumayan ternama di kota bandung.

“Ha ? Kamu terdapat di Bandung ? Bukannya anda di jakarta ? Terakhir aku denger anda dah kerja di Jakarta ?” tanyaku heran, ngapain malem-malem Riri tiba-tiba terdapat di Bandung.
“Yan ceritanya entar aja deh, kini please jemput aku. Dah malem banget nih” rajuk Riri padaku tidak banyak memelas.
“Ok deh, anda tunggu sebentar, aku jemput sekarang, 10-15 menit deh” jawabku. Kemudian aku bersiap-siap menerbitkan mobil guna menjemput Riri.

Dalam perjalanan pikirannku sarat dengan pertanyaan. Pertanyaan terbesar tetap saja, ngapain Riri melem-malem terdapat di lokasi hiburan malam di Bandung, sendirian lagi. Yang lebih mengherankan kenapa mohon jemput sama aku? makin mengherankan !, Sesampainya di lokasi hiburan malam tersebut, aku memarkir mobilku. Setelah turun, aku segera mengejar Riri sedang berdiri di pintu masuk. Kondisinya agak aneh.

“Halo Ra ! Sendirian ?” tanyaku. “Iya Yan..” jawabnya lemah. Matanya kelihatan merah sekali.
“Ra, mengapa nih terdapat disini ? Hmm.. sorry ya, anda mabuk ya ?” tanyaku menyelidik.

Agen DominoQQ

“Yan dapat kita berangkat kini gak ? gak enak nih diliatin sama orang-orang” ajaknya. Aku menyaksikan sekeliling, memang sih sejumlah security dan pengunjung yang baru datang menyimak kita dengan tatapan aneh.
“Oke deh, ayo. Mobilku kesebelah sana.” ajakku ke Riri guna naik ke mobil.

Sesampainya dirumahku, ternyata Riri gak terdapat persiapan apa-apa guna pergi ke bandung, dia cuma membawa tas kecil yang berisi isi kantong dan perlengkapan kosmetik. “Ra pake bajuku aja deh, baju anda kan dah kotor dipake perjalanan” kataku seraya memberi Riri bajuku yang sangat kecil dan celana pendek berkaret. “Ok deh” jawabnya menerima baju tersebut. Kemudian Riri masuk kekamar mandi mencuci badan dan berganti pakaian. Sementara aku mencuci kamarku guna ditempati Riri dan aku melangsungkan kasur di ruang tamu untuk lokasi aku tidur. Aku memang punya kasur cadangan guna persiapan kalo ada family ato rekan yang inginkan manginap.

Aku kecup bibirnya. Tapi sesudah kukecup Riri masih memblokir mata dan menyorongkan bibirnya ke aku. Aku kecup sekali lagi, kali ini agak lama. Riri bereaksi dengan ikut menghisap bibirku. Aku lepas ciumanku, lantas aku memandang Riri yang sedang melihatku dengan sarat harap. Well… wtf lah, aku gak peduli lagi, kesudahannya aku cium Riri dengan buas. Aku menghirup Riri dengan menghisap bibir bawahnya, Riri membalasnya dengan menghisap bibir bawahku.

Selama ciuman, aku membelai rambut Riri, lantas elusanku turun ke punggungnya, turun lagi ke pinggangnya. Kemudian aku memberanikan diri guna meremas pantatnya. Riri melenguh kecil “Uhh….” sambil mengurangi selangkangannya kearah selangkanganku. Setelah sejumlah kali membelai bagian belakang hingga meremas pantatnya, aku meremas dadanya. Hmmm… payudara Riri mantap sekali. Besar sekali dikomparasikan dengan tubuhnya. “Hmm… Hgmmm.. Hgmmm” lenguh Riri sebab payudaranya diremas-remas olehku, dengan tidak mencungkil ciumannya.

Agen BandarQ

Tangan kananku pulang meremas pantat Riri. Kali ini aku masukkan tanganku ke celananya. Berhubung dia gunakan celana berkaret, aku dengan gampang memasukkan tanganku. Ternyata Riri pun tidak menggunakan celana dalam. Aku dengan gampang meremas pantat bulat itu.

Setiap aku meremas pantatnya, Riri kian menekan memeknya ke pahaku. Aku mengupayakan untuk memegang memeknya dari belakang. Saat tersentuk, tubuh Riri laksana tersetrum, seraya melenguh “Uhh….”. Hmmm… ternyata Riri benar-benar terangsang, memeknya sudah paling basah.

“Kok hanya diliatin ?” tanya Riri. Aku terseyum lantas menempatkan tubuhku diantara selangkangannya. AKu cium Riri sekali lagi, dia membalasnya dengan lumayan buas, lantas ciumanku turun ke payudara besarnya. Aku cuma inginkan meyakinkan Riri lumayan terangsang sebelum aku menjebol memek perawannya. Sat menghirup penisku menggesek-gesek memeknya walaupun belum masuk. Aku posisikan tubuhku dan membimbing penisku ke memeknya. “Ra, kesatunya sakit, namun entar enak kok” kataku. “Iya yan gue pun sering denger”. jawab Riri. Aku mulai mendorong penisku kedalam memek Riri. Riri melulu memandangku seraya menggigit bibirnya.

Saat penisku telah masuk 1/2 Rar memekik “AKhh…sakit yan” . Aku berhentikan sebentar penisku. Setelah selang sejumlah saat aku goyang tidak banyak penisku lantas aku dorong lagi hingga full. “Aduh yan sakit banget” kata Riri memelas. “Tenang Ra, sangat sakitnya sebentar, nanti pun enak” kataku menenangkan. “Enggak Yan, sakit banget, dapat elo cabut dulu gak” pinta Riri sambil menyangga sakit. Aku pun gak tega melihatnya kesudahannya aku cabut penisku. Saat ditarik keluar penisku diselimuti darah perawan Riri. Dari vaginanya pun aku menyaksikan darah mengalir. Hmmm… memang lebih tidak sedikit daripada darah perawan yang pernah aku liat.

Domino QQ

“Yan kok berdarah sih ?” tanya Riri panik. “Itu namanya darah perawan sayang. Selaput dara anda dah pecah” jawabku. “Aku mo kekamar mandi dulu yan, mo bersihin dulu” kata Riri. Aku mengirimkan Riri kekamar mandi dan menungguinya dari luar, guna meyakinkan Riri gak apa-apa. Setelah Riri terbit dari kamar mandi, vaginanya telah bersih. Tapi nafsuku telah turun, kelihatannya nafsu Riri pun sudah turun. Akhirnya kami melulu rebahan saling berdampingan, masih bugil.

“Yan kok sakit banget ya” tanya Riri. “Iya lah Ra, tersebut kan kesatu kalinya kamu, memek anda masih sempit diperbanyak ada selaput dara” jawabku. “Masih inginkan lanjut gak Ra ?” tanyaku pada Riri. “Mau yan, namun pelan-pelan ya” jawab Riri.

Setelah Riri sudah lumayan terangsang, aku arahkan penisku ke vaginanya. Kali ini Riri tidak tampak tegang laksana waktu yang kesatu. Aku dorong penisku masuk. “Heghh..heghmm…” lenguh Riri ketika penisku masuk. Kali ini vaginanya tidak terlalu susah dipenestrasi, mungkin sebab tidak tegang sampai-sampai cairan vaginanya cukup. Aku dorong penisku hingga mentok. Aku menyaksikan ada sediki darah mengalir dari vaginanya, barangkali sisa selaput daranya masih terdapat yang belum pecah.

Aku goyang perlahan penisku, tubuh Riri terguncang sedikit, Riri masih menggigit bibirnya. Goyanganku aku percepat sedikit, nikmat sekali memek Riri. Sangking sempitnya serasa penisku terhisap powerful oleh vaginanya. Aku percepat goyanganku, kini Riri mulai melenguh, “Akh…Akh…Akhhh…” seirama dengan terbit masuknya penisku di vaginanya. “Lagi yan..Lagi yan..Lagi” desahnya seraya memegangi pantatku seakan hendak menekannya terus.

“Gila Ra, memek anda enak banget, sempit banget”. kataku. “Penis kamu pun keras banget yan, enak…” jawab Riri disela-sela lenguhannya.

Aku memang tidak berniat untuk menggunakan gaya lain. Bagi kesatu kalinya Riri lumayan pakai gaya konvensional, laki-laki diatas. Dengan demikian aku dapat ngontrol tusukan penisku kedalam memeknya. Aku tusuk perlahan memek Riri, kadang aku percepat.

Situs Agen Bandar Taruhan

Tiba-tiba tubuh Riri tidak banyak menegang, kelihatannya dia hendak orgasme. Aku percepat goyanganku, soalnya aku inginkan orgasme sama-sama. Kalo sama yang perawan kadang gak inginkan terus kalo dia udah orgasme, cepek katanya. “Ahhh…Akhh….Aghkhh..” pekikan Riri kian keras seiring dengan kian cepatnya tusukan penisku.

“Lagi sayang…lagi…lagi..” pekik Riri. Akupun merasa aku tidak banyak lagi bakal orgasme. Tiba-tiba tubuh Riri menegang dan terguncang hebat seraya berteriak “AKHHHH….” Riri mendekapku erat dan melingkarkan kakinya di tubuhku, Aku pun telah tidak powerful lagi, namun aku gak dapat melepaskan tubuhku dari Riri. Akhirnya aku nekat, aku tekan penisku dalam-dalam dan aku tembakkan spermaku ke rahim Riri 5 atau 6 kali. Aku puas sekali menggagahi Riri komplit, dari merawanin hingga orgasme didalam memeknya.