Situs Dewasa Ngetot Tungangan Orang

Situs Dewasa Ngetot Tungangan Orang

Situs Dewasa Ngetot Tungangan Orang

Situs Dewasa Ngetot Tungangan Orang, 99Domino, Agen DominoQQ, Agen BandarQ, 99 Domino QQ, Situs Agen Bandar Taruhan, Situs Dewasa Sex Ngetot Ibuku, Seks Cerita Dewasa Bokep Hot, Seks Cerita Dewasa Hot Bokep, Cerita Hot Online, Cerita Sex, Cerpenseks

Situs Dewasa Ngetot Tungangan Orang

Situs Dewasa Ngetot Tungangan Orang – Seorang Pria mempunyai nama Andi yang membubuhkan hati untuk teman perempuan sekantornya. Teman perempuan dari Andi tersebut tak lain ialah tunangan rekan sekantor Andi yang beranama fredi. Andipun tidak memperdulikan kedudukan wanita itu, dan pada kesudahannya Andipun bersetubuh dengan tunangan Fredi. Namaku Andi ( nama samaran ), usiaku ketika ini 26 tahun, tinggi badan 173 cm, dan berat badanku 68 kg.

Aku mengenal di antara wanita dikantorku mempunyai nama Devinta, dia ialah sosok perempuan yang aku kenal baru saja. Tapi entah kenapa aku telah jatuh hati dengan dia. Mungkin saja aku jatuh cinta sebab kecantikannya, di samping cantik dia pun wanita yang ramah dan flexybel. So, dengan kepribadianya dia mempunyai tidak sedikit teman, namun beberapa besar temannya ialah Pria. Dia memiliki tinggi badan 169 cm dengan berat badan 56 kg, dengan berat badan dan tinggi yang ideal body-nya terlihat paling sexy.

Hari demi hari aku-pun semakin dekat dengan dia, namun kedekatanku tersebut agak membuatku kecewa, Karena Devinta ialah kekasih temanku yang mempunyai nama Fredi dan sebentar lagi bakal bertunangan. Huh. Tapi meskipun Devinta bakal bertunangan, namun tidak merubah kedekatan dengan teman-teman Pria-nya tergolong aku. Rasa cintaku untuk Devinta juga tidak pernah hilang.

Sampailah sebuah hari aku menyaksikan Devinta sedang duduk dan aku menyaksikan nya sedang memandangi handphone-nya dengan paling serius dan fokus. Hal tersebut membuatku penasaran dan aku langsung mengarah ke ketempat dia duduk, dengan teknik mengendap-endap sebab aku hendak tau apa yang disaksikan oleh Devinta. Sesampainya ditempat Devinta, ternyata dia sedang membaca tulisan cerita sex disalah satu website dewasa. Kemudian secara refleks akupun langsung mengagetkan dia.
“ Ouhhhh anda suka baca begituan ya Dev, pantes aja kelihatan serius sekali..hha ?? ” tanyaku mengagetkan Devinta.

Secara refleks, Devinta juga langsung memblokir Hanphone-nya dan berkata,
“ Kamu kok tiba-tiba disini, emang anda dari mana, kok aku gak tau kedatanganmu Dod?? ” tanya Devinta dengan terkejut.
“ Udah deeeh gak usah malu-malu, lanjutin aja bacanya ” ujarku.

99Domino

Secara tiba- mendarat aliran darahku-pun laksana mengalir dengan cepat, otomatis titikupun berdiri dengan perlahan, aku jadi salah tingkah. Sepertinya Devinta menyaksikan perubahan yang terjadi pada diriku, aku langsung pura-pura mau memungut minum lagi, sebab memang minumanku telah habis, namun dia langsung unik tanganku.

“ Ada apa Dev..? Minumannya sudah berakhir juga..? ” kataku pura-pura bodoh.
“ Dod, Kamu inginkan nolongin Aku..? ” ucap Devinta laksana memelas.
“ Iyaa.., terdapat apa Dev..? ” jawabku.
“ Aku.., Aku.. pengen bercinta Dod..? ” pinta Devinta.
“ Hah..! ”
kaget pun aku mendengarnya, laksana petir di siang hari, bayangkan saja, namun dia sudah menyampaikan hal seperti tersebut kepadaku.
“ Ka.., Kamu..? ” ujarku terbata-bata.

Belum pun kusempat meneruskan kata- kataku, telunjuknya langsung ditempelkan ke bibirku, lantas dia mengelus pipiku, lantas dengan lembut dia pun mencium bibirku. Aku hanya dapat diam saja mendapat perlakuan laksana itu. Walaupun ini barangkali bukan yang kesatu kalinya bagiku, namun bila yang laksana ini aku baru yang kesatu kalinya menikmati dengan orang yang baru kukenal. Begitu lembut dia menghirup bibirku, lantas dia berbisik kepadaku.

“ Aku pengen bercinta sama Kamu, Dod..! Puasin Aku Dod..! ” Lalu dia mulai menghirup telinganku, lantas leherku, “ Aahh..! ” aku mendesah.
Mendapat perlakuan laksana itu, gejolakku kesudahannya bangkit juga. Begitu lembut sekali dia menghirup sekitar leherku, lantas dia kembali menghirup bibirku, dijulurkan lidahnya menjalari rongga mulutku. Akhirnya ciumannya kubalas juga, gelombang nafasnya mulai tidak beraturan. Cukup lama pun kami berciuman, lantas kulepaskan ciumannya, lantas kujilat telinganya, dan mencari lehernya yang putih bak pualam. Ia mendesah kenikmatan.

“ Aahh Dod..! ” dessahnya,
“ Dod.., buka dong bajunya..! ” katanya manja.
“ Bukain dong Dev.., ” kataku. Sambil menciumiku,
Devinta membuka satu persatu kancing kemeja, lantas kaos dalamku, lantas dia lemparkan ke samping lokasi tidur. Dia langsung menghirup leherku, terus ke arah puting susuku. Aku hanya dapat mendesah sebab nikmatnya.

99Domino

“ Akhh.., Dev. ” desahku,
Kemudian Devinta mulai membuka sabukku dan celanaku dibukanya juga. Akhirnya bermukim celana dalam saja. Dia tersenyum saat Melihat kepala kemaluanku off set alias menyembul ke atas. Devinta Melihat wajahku sebentar, lantas dia cium kepala kemaluanku yang menyembul terbit itu. Dengan perlahan dia turunkan celana dalamku, lantas dia lemparkan seenaknya. Dengan sarat nafsu dia mulai menjilati cairang jernih yang terbit dari kemaluanku, rasanya nikmat sekali. Setelah puas menjilati, lantas dia mulai memasukkan kemaluanku ke dalam mulutnya.

“ Okhh.. nikmat sekali, ” kataku dalam hati,
Sepertinya kemaluanku terasa disedot-sedot. Devinta paling menikmatinya, sekali- sekali dia gigit kemaluanku.

“ Auwww.., sakit dong Dev..! ” kataku seraya agak meringis.
Devinta laksana tidak mendengar ucapanku, dia masih tetap saja memaju- mundurkan kepalanya. Mendapat perlakuannya, kesudahannya aku tidak powerful juga, aku telah tidak powerful lagi menahannya,
“ Dev, Aku inginkan keluar.. akhh..! ” Devinta cuek saja, dia justeru menyedot batang kemaluanku lebih keras lagi, sampai akhirnya,

“ Croott.. croott.. croott.. !!! ”
Aku menyemburkan Spermaku ke dalam mulut Devinta. Dia menelan seluruh cairan spermaku, terasa agak ngilu pun tetapi nikmat. Setelah cairannya benar-benar bersih, Devinta lantas berdiri, lantas dia membuka seluruh pakaiannya, hingga akhirnya dia telanjang bulat.
Kemudian dia menghampiriku, menciumi bibirku.

“ Puasin Aku Dod..! ” katanya sambil mendekap tubuhku,
Kemudian dia mengarah ke tempat tidur. Sampai disana dia istirahat telentang. Aku kemudian mendekatinya, tubuhnya yang elok, kuciumi bibirnya, lantas kujilati belakang telinga kirinya. Dia mendesah keenakan,
“ Ssss Uhhhh Aahh. ” Mendengar desahannya, aku tambah bernafsu, lantas lidahku mulai menjalar ke payudaranya. Kujilati putingnya yang sebelah kiri, sementara tangan kananku meremas payudaranya yang sebelah kiri, seraya kadang kupelintir putingnya.

“ Okkhh..! Andi sayang, terus Dod..! Okhh..! ” desahnya mulai tidak menentu.
Puas dengan bukit kembarnya, badanku kugeser, lantas kujilati pusarnya, jilatanku kian turun ke bawah.

99Domino

Kujilati selama pangkal pahanya, Devinta mulai Devenguh hebat, tangan kananku mulai membelai Vaginanya, kemudian kumasukkan, menggali sesuatu yang barangkali kata orang itu ialah Itil. Devinta semakin Devenguh hebat, dia menggelinjang bak ikan yang kehabisan air. Kemudian aku mulai menjilati bibir kemaluannya, kukuakkan tidak banyak bibir kemaluannya, tampak jelas sekali apa yang namanya Itil, dengan agak sedikit menyangga nafas, kusedot Itilnya.

“ Aakkhh.. Dod.., ” Devinta menjerit agak keras,
Rupanya dia telah orgasme, sebab aku menikmati cairan yang memancar hidungku, kaget pun aku. Mungkin ini empiris kesatuku menjilati kemaluan wanita, sebab sebelumnya aku tidak pernah. Aku masih saja menjilati dan menyedot Itilnya.

“ Dod..! Masukin Dod..! Masukin..! ” pinta dia dengan wajah memerah menyangga nafsu.
Aku yang dari tadi memang sudah menyangga nafsu, kemudian bangkit dan menunjukkan kejantananku ke mulut kemaluannya, kugesek-gesekkan dulu di dekat bibir kemaluannya.
“ Udah dong Dod..! Cepet masukin..! ” katanya manja.
“ Bless..! ” kesudahannya kemaluanku tenggelam di dalam liang kemaluan Devinta.
“ Aaakkhh Dod..! ” desah Devinta.

Kaget pun dia sebab sentakan kemaluanku yang langsung menerobos kemaluan Devinta. Aku mulai mengerakkan tubuhku, kian lama kian cepat, kadang- kadang seraya meremas- remas kedua payudaranya. Kemudian kubungkukkan badanku, kemudian kuhisap puting susunya.
“ Aakkhh.., teruss.., Sayangg..! Teruss..! ” erang Devinta seraya tangannya memegang kedua pipiku.
Aku masih saja menggejot tubuhku, tiba- mendarat tubuh Devinta mengejang,
“ Aaakkhh! ”.

Ternyata Devinta sudah menjangkau puncaknya duluan.
“ Aku udah terbit duluan Sayang..! ” ucapnya,
“ Aku masih lama Dev.., ” kataku seraya masih menggenjot tubuhku.
Kemudian kuangkat tubuh Devinta ke tengah lokasi tidur, secara spontan, kaki Devinta melingkar di pinggangku. Aku menggenjot tubuhku, dibuntuti goyangan pinggul Devinta.

“ Aahh Dev.., Aku nyaris keluar.., ” kataku agak terbata-bata.
“ Aku pun Dod..! Kita keluarin sama- sama ya Sayang..! ” kata Devinta seraya menggoyang pantatnya yang semok dan kenyal itu.

99Domino

Goyangan pinggul Devinta semakin liar. Aku juga tidak kalah tak berbeda dengan Devinta, frekuensi genjotanku kian kupercepat, hingga pada akhirnya,
“ Aaakkhh! ” jerit Devinta seraya menancapkan kukunya ke pundakku.
“ Aakhh, Devinta.., Aku sayang Kamuu..! ” erangku sambil memeluk tubuh Devinta.
Kami terdiam beberap saat, dengan nafas yang tersenggal-senggal laksana pelari marathon yang berlari sejumlah Kilometer.
“ Kamu strong sekali ya Dod, makasih ya Dod udah muasin aku . emuaaachhh! ” puji Devinta sembari mengecup bibirku.