Situs Dewasa Nentot Memek Kak Rina

Situs Dewasa Nentot Memek Kak Rina

Situs Dewasa Nentot Memek Kak Rina

Situs Dewasa Nentot Memek Kak Rina, Bandar 99, cerita dewasa, Agen Sakong Kiu, cerita hot, cerita ngentot, cerita sex, cerita gadis sexy, cerita mesum, cerita abg, ceritap porno, memek hot cewek jilbab, Cerita Sex Hot, Cerita Sex Dewasa, Indo Seks Hot Gadis Mulus, cerita basah, cerita hot, cerita dewasa jilbab, cerita sex tante, komik dewasa

Situs Dewasa Nentot Memek Kak Rina

Situs Dewasa Nentot Memek Kak Rina – Beberapa hari lantas aku terima telepon Pitri, (Pitri adalah mantan pacarku yang aku hamili) seraya terisak Pitri pamit padaku sebab dia dan mamanya bakal pindah ke Surabaya. Aku mohon alamatnya, namun Pitri keberatan. Dari nada suaranya nampak Pitri telah tidak marah lagi padaku; maka aku memohon padanya guna terakhir kali supaya dapat aku menemuinya. Pitri mengijinkan aku menemuinya di rumahnya, segera aku meluncur ke rumahnya guna Inilah ketika terakhir akku berjumpa dengan kekasihku. Bandar 99

Kupencet bel pintu, mama Pitri membuka pintu dan menyilahkan aku masuk. Nampak wajahnya masih berbalut duka dan kesedihan, dia amat merasa bersalah sebab menjadi penyebab hancurnya hubunganku dengan Pitri. Mama Pitri menggandengku mengarah ke ruang keluarga, nampak Pitri kekasihku duduk menungguku.

Melihat aku Pitri bangkit dan mendekat aku, tak kusangka pipiku ditamparnya dengan keras. Kubiarkan saja supaya rasa kesal dan tertekan dihatinya terlampiaskan. Pitri berdiri takjub setelah menamparku, disaksikan tangan dan pipiku bergantian seolah tak percaya bakal apa yang dia lakukan. Tiba-tiba ditubruk dan dipeluknya badanku, ditenggelamkan mukanya ke dadaku seraya sesenggukan menumpahkan tangisnya. Aku peluk tubuhnya dan kuelus rambut-nya.

Awal semester kesatu telah berjalan 2 bulan lebih 5 hari, jadi tak terasa aku sudah menduduki rumah petak kontrakanku sekitar itu. Setiap hari aku berlangsung kaki ke lokasi kuliah, yang memang tak jauh dari lokasi tinggal kontrakanku.

Setiap kali aku berangkat atau kembali kuliah, aku selalu melalui sebuah lokasi tinggal yang dihuni satu family dengan dua anak perempuannya, sebetulnya 3 orang anaknya dan wanita semuannya. Dua telah berkeluarga, yakni Kak Rani dan Kak Rina, sementara si bungsu Yanti masih SMA ruang belajar 1 (baru masuk).

Kak Rani dan Kak Rina anak kembar, saja nasib Kak Rani lebih baik ketimbang Kak Rina.

Bandar 99

Kak Rani bersuamikan pegawai Bank dan telah mempunyai rumah serta dua anak perempuan, sementara Kak Rina bersuamikan seorang pengemudi box kanvas sebuah perusahaan dan belum dikarunia anak, serta masih tinggal bareng ibunya. Bu Maman seorang janda yang baik hati dan sayang benar sama cucunya, yakni anak Kak Rani.

Pada awalnya aku berkenalan dengan Yanti, Yanti tergolong gadis yang agresif dan aku pun sudah mendengar cukup tidak sedikit tentang petualangan cintanya semenjak dia duduk di bangku SMP, jadi masalah sex bikin Yanti bukan urusan yang baru lagi.

Perkenalanku terjadi ketika aku kembali kuliah senja hari, dimana hujan turun lumayan lebat. Pada ketika aku berjalan berkeinginan memasuki mulut gang, diamlah sebuah angkot dan ternyata yang turun Yanti dengan seragam SMAnya.

Aku menawarinya berpayung bareng dan ternyata dia mau. Kuantar Yanti hingga rumahnya, setiba di rumahnya dipersilahkannya aku masuk dan duduk di ruang tamu, sedangkan dia masuk berganti pakaian. Saat aku menantikan Yanti, Kak Rina terbit dengan membawa secangkir teh hangat dan kue. Mulutku secara tak sadar ternganga melihat keelokan Kak Rina.

Mata nakalku tak henti melirik dan menculik pandang padanya. Padahal Kak Rina berpakaian sederhana, mengenakan daster motif bunga sederhana, tetapi kecantikannya tetap nampak. Kulitnya yang putih kekuningan dan badannya yang segar dengan buah dada yang menonjol, semakin meningkatkan kecan-tikan penampilannya senja itu.

Melihatku dia tersenyum, nampak sebaris gigi putih yang bersih berjajar. Aku tergagap dan segera kuulurkan tangan guna berkenalan dengannya. Hangat tengannya dalam genggamanku, dan sambil menantikan Yanti berlalu berganti pakaian dia menemaniku ngobrol. Dalam obrolan ku dengan Kak Rina senja itu, baru kutahu bila Kak Rina tidak jarang melihatku ketika aku berlangsung berangkat dan kembali kuliah. Itulah hari kesatuku berke-nalan dengan family Yanti.

Bandar 99

Pagi esok harinya, ketika aku berangkat kuliah, aku bertemu Kak Rina di mulut gang. Kami bersalaman, tiba-tiba timbul kenakalanku, kugelitik telapak tangan Kak Rina ketika kugeng-gam, ternyata dia diam saja bahkan senyum padaku. Sejenak kami berbasa-basi bicara, lantas aku cepat bergegas kuliah.

Sore hari aku baru kembali kuliah, langit mendung tebal kelihatannya mau hujan. Saat kubuka pintu rumah, kulihat Yanti dan rekan kostku sedang ngobrol di ruang tamu., rupanya dia sengaja datang untukku. Tak lama lantas temen kostku pamit inginkan kuliah senja sampai jam 19.00 WIB. Setelah aku berganti pakaian kutemui Yanti dan kami ngobrol berdua. Tiba-tiba aku terkenang bahwa Yanti belum kusuguhi minum, cepat-cepat aku permisi ke dapur untuk menciptakan minuman buatnya. Saat aku beranjak ke dapur Yanti mengikutiku dari belakang, dan di dapur kami lanjutkan obrolan kami seraya kuteruskan menciptakan minuman.

Yanti berdiri bersandar meja dapur, aku mendekatinya dan iseng kupegang tangannya. Agaknya Yanti memang mengharap keadaan demikian, dia tanggapi pegangan tanganku dengan mendekatkan tubuhnya ke tubuhku, sampai-sampai muka kami berjarak cuman sejumlah senti saja. Hembusan nafasnya terasa menerpa wajahku. Kesempatan tersebut tak kubiarkan lewat begitu saja, segera aku sambar pinggangnya dan kucium lumat mulutnya.

Kami berciuman agak panjang, lidah kami saling beradu dan memilin, sedangkan sigap tanganku menggerayangi dan meremas pantat Yanti. Tanganku tidak berhenti, terus bergerak menyingkap unsur depan roknya, dan segera tanganku mengelus-elus memek Yanti yang masih tertutup celana tipis, sementara tersebut mulutku menjalar dan menciumi lehernya. Yanti mengerang lembut, dan semakin mempererat pelukannya.

Tangan kananku yang telah terlatih segera melepas kancing depan bajunya, selanjutnya meremas-remas buah dadanya, kulepas tali Bhnya dan segera kujelajahi dua bukit kembarnya yang telah mengeras. Kuhisap lembut puting susunya, Yanti semakin mengurangi kepalaku ke dadanya.

Bandar 99

Aku telah tahu apa yang dikehendakinya, segera kutarik dia ke kamarku, dan segera kubuka resleting roknya, kulepas bajunya lantas BHnya. Nampak tubuh Yanti polos tak tertutup kain, CD tipisnya saja yang bermukim melekat di badannya. Segera kuhujani Yanti dengan ciuman, kujilati sekujur tubuhnya, kuhisap puting susunya, dan terus mulutku bergerak ke bawah, seraya pelan-pelan tanganku melepas CD-nya.

Begitu CD-nya lepas segera kuserbu memeknya, lidahku menjilati memeknya, sedangkan kedua tanganku meremas-remas pantatnya yang bulat penuh. Yanti mengerang dan mengerang, dan sesaat lantas ditariknya bahuku ke atas, sampai-sampai kami berdiri berhadapan. Segera dilepas kancing bajuku, dan dilepasnya seluruh pakaianku. Sambil membungkukan badan dihisap kontolku, dijilati dan dikocoknya pelan.. Ohh.. sungguh nikmat tak terbayang.

Segera kudorong tubuhnya terlentang di atas dipan dan lidahku terus bergerilya di memeknya, pun ke dua jari tanganku ikut pula menjelajahi memeknya, ke dua pahanya mengangkang lebar dan nampak lobang memeknya kelihatannya siap melahap kontolku bulat-bulat. Yanti mengerang-ngerang dan memintaku segera memasukkan kontol ke dalam memeknya. Mas.. ayo.. masukkan.. mari maas..

Hujan di luar turun dengan deras, suara hujan mengungguli erangan dan teriakan Yanti, sampai-sampai aku tak cemas orang bakal mendengar suaranya. Kubiarkan Yanti dalam suasana begitu, seraya lidahku terus menjilati memeknya. Yanti mengerang dan mengerang.. seraya menghiba guna segera mengawali permainan kami. Bau memeknya, semakin membangunkan gairahku, dan kesudahannya akupun tak tahan..