kumpulan situs dewasa

Cerita Sex Dewasa Ngentot Janda

Cerita Sex Dewasa Ngentot Janda, Memek Sempit Janda, Cerita Hot Ngentot Janda, Cerita Dewasa Janda, Cerita Janda Montok, Ngentot Janda.

kumpulan situs dewasa

Jalan kota metropolitan tepat luar biasa berlainan beserta kehidupan pada medan. Jalanan penuh dengan lalu lalang kendaraan, berpikir tak pernah berhenti. Bis kota, muatan penumpang biasa, mobil, motor dan yang lain-lain berseliweran tidak pasti. Ulang alik benar-benar semrawut. Kelihatannya tak ada aturan. Tersebut berjalan semau hamba, ingin menang swasembada. Tak tersedia tingkah laku di jalanan. Kemacetan sudah merupakan pikulan di kota ini. Para sopir baku umpat menuntut haknya masing-masing. Pokoknya menghasilkan stres siapa sekadar yang kehidupan dalam kota ini. Daftar Judi Online

Cerita Sex Dewasa Ngentot Janda – cerita dewasa – Tidak heran karenanya karet ahli kota selamanya mencari teknik untuk refreshing. Melupakan sukma yang sangat penuh secara pertarungan, saling penyangga, saling sendi tangan demi kepentingan pribadi. Mereka ada yang hilang ke luar metropolitan, ke daerah pegunungan, ke pantai ataupun ada juga yang berlabuh ke tempat-tempat hiburan sekedar membena(kan) musik sambil minum-minum bersama teman-temannya. Agen Bandar Online

Sesudah hidup tiga hari di kota itu, aku sudah mulai dari bisa menyesuaikan diri beserta gaya kehidupan di sini. Aku tahu juga melapangkan muncul mampir ke satu buah café untuk mengatasi rekreasi hanya hanyalah melepaskan kecapekan keseibukanku sehari-hari. Aku pula biar sudah tak terkait dengan suamiku lagi setelah kuminta surah cerai darinya, meskipun kutahu ia berpengaruh pada kota tempatku kini tinggal.

Cerita Sex Dewasa Ngentot Janda – cerita dewasa – Belakang kali kami ketemuan[cak] di suatu tempat & ia memberitahukan maaf kepada seluruh perlakuannya selama tersebut. Aku memaafkannya serta meminta untuk tidak lagi berhubungan per kepentingan bersama. Suamiku sebenarnya masih mencintaiku akan tetapi keadaan kadang tidak mengizinkan lagi.

Ia akhirnya menyatakan selamat tinggal dan menjauhi selembar mencocokkan bernilai sangat gede. Katanya untuk mengganjal kebutuhanku sehari-hari. Pra aku datang di kota ini, saya sudah mempersiapkan bangun untuk mencari pekerjaan. Beruntunglah aku merasuk dengan seorang perempuan pengusaha. Usianya tidak jauh berbeda denganku. Orangnya pandai bergaul, ringan mulut & pintar. Namanya Nuraini.

Cerita Sex Dewasa Ngentot Janda – cerita dewasa – Aku memanggilnya Mbak Nita, olehkarena itu ia memang minta dipanggil seperti itu. Mempesona, menjulung semampai, tubuhnya montok serta senang berpakaian seksi. Orang2 bilang tipe ‘Bangkok’. Penampilannya memang baik. Wanita terhormat. Katanya ia kenal secara orang-orang penting dikota itu. Pejabat penguasa negara, konglomerat sampai ke jenderal-jenderal dikenalnya beserta baik. Aku tak mengetahui bagaimana ia bisa merajut relasi dengan mereka.

tercantol oleh perasaanku sendiri. Malahan Mas Nizo tak henti-hentinya membisikan rayuan dan sanjungan di telingaku. “Kamu mempesona sekali jantung hati.., tubuhmu benar-benar departemen.. sangat merangsang.. ” rayunya seraya melepaskan pin blouseku untuk kemudian menelusupkan tangannya ke dalam. Menggerayangi buah dadaku yang masih tertutup kutang. Diremasnya dengan pelan. Kurasakan jemari tangannya mengelus-elus kulit potongan bagi dadaku yang terbuka untuk lalu menelusup ke pulih kutangku. Tanpa waras aku melenguh.

Cerita Sex Dewasa Ngentot Janda – cerita dewasa – Saya mulaui tercemplung aliran permainan mereka. Gairahku kembali muncul sesudah pas lama tersembunyi sejak perselingkuhanku secara Kang Hendi kurang lebih bulan yang dan kemudian. Mengkal penuh jiwa. Tubuhku berdenyut-denyut oleh nafsu birahiku otonom. Darahku berdesir sesak, terlebih saat tangan Mbak Nita mengelus-elus bibir kemaluanku. Kurasakan daerah itu start bersimbah. Aku merasakan sesuatu yang lain dari sentuhan tangan Mbak Nita. Sepertinya ia tahu persis tonjolan kesedapan di wilayah itu. Benar-benar menawan, sampai-sampai aku tidak sadar mengerang lirih serta memanggil namannya. “Ya sayang.. ” jawabnya dengan lembut pula.

Mas Nizo terperangah dengan kesibukan kami berdua di bawah. Pemandangan dihadapannya semakin membuat Raka Nizo terangsang mahir. Mungkin segar kesempatan ini ia bergumul beserta dua wanita sekalian dan tak pernah mengangankan akan demikian dahsyat rangsangan yang dirasakannya. “Oh.. kalian berdua sungguh luar biasa.. ” katanya dengan suara tersengal. “Ayolah kita pindah di ranjang. Aku sudah tak kuat lagi.. ngghh.. ” pintanya kemudian. Kami lalu berpindah ke ranjang. Mas Nizo mengambil posisi tengadah, provisional aku berbaring dalam

Cerita Sex Dewasa Ngentot Janda – cerita dewasa – sampingnya sambil bersabung dengannya. Mbak Nita rupanya belum target melepaskan kuluman di kontolnya. Ia sedang lupa mengemot-emot baur itu. Ke-2 tangannya tak pernah dingin mengocok. Luar biasa puri Mas Nizo. Ia belum memperlihatkan tanda-tanda akan merebut puncaknya. Padahal Mbak Nita sudah mengeluarkan seluruh kemampuannya menghisap pelir itu. Ia rongseng sekali. Aku dan Mas Nizo meleset berciuman. Kurasakan tangan kekarnya bergerak sanggup mempreteli kancing blouseku hingga terlepas. Ia kemudian

meraih hubungan kutang pada punggungku dan melepaskannya. Raka Nizo melenguh maksimum keganjilan begitu ke-2 buah dadaku yang membusung penuh tumpah dari kutangku. Kedua tangannya segera mengambil buah dadaku. Memijit-mijit seraya berkata meski kenyal dan montoknya ekses dadaku. Ia tak berhnti menuas kecantikan tubuhku. Bingkai langsung berpindah ke atas payudaraku. Menciumi keduanya & menyalakan putingku. Aku menyeringai keenakan menghadapi paduan di dalam putingku. Tangannya meraih tanganku untuk dibimbing ke petunjuk

Cerita Sex Dewasa Ngentot Janda – cerita dewasa –  kontolnya. Mbak Nita dan kemudian melepaskan kulumannya dan merelakan saya menggenggam kontolnya. Ia bangkit dan menjemput posisi jongkok menyerang Mas Nizo. Tahang memeknya persis di atas kontol yang pusat kupegang. Kuacungkan persis menumpang dalam mulut liangnya. Aku melirik ke arah Uni Nita serta memberi kode supaya menurunkan tubuhnya. Mbak Nita melenguh jenjang tatkala ujung kepalanya menerobos merasuk perkataan kemaluannya. “Oohh.. gedee.. bangeett.. uugghh.. enaakkhh..! ” rintih Uni Nita padat kenikmatan. Kulihat batang yang kian

besar daripada pergelangan tanganku tersebut melesak di dalam liang Mbak Nita yang sempit. Baur itu baru masuk setengahnya. Mbak Nita sudah kelihatan merengap. Kelihatannya tak akan terima. Mbak Nita menggoyang-goyang pantatnya sambil bergerak turun bertambah. Sedikit demi sekutil trik itu sehat batang Mas Nizo masuk lebih pada lagi. Mbak Nita pertama menjerit puas setelah mendapat tangkai itu masuk seluruhnya. Ia tampak lega dapat membenamkan semuanya. Setelah tersebut ia beergerak naik diturunkan. Telihat lambat sungguh. Begitu naik sepertinya tidak

Cerita Sex Dewasa Ngentot Janda – cerita dewasa – sampai-sampai ke ujungnya. Begitu juga saat turun. Berasa lama sekali baru mentok hingga di dasarnya. Aku terpesona melihatnya sambil mencurigai apakah liangku sanggup menerimanya. Saya tidak bisa berpikir lambat karena tangan Raka Nizo bergerak semakin nakal. Rokku sudah dipelorotkannya sekaligus secara celana dalamku. Aku waktu ini sudah terbuka bulat sebagaimana itu berdua. Kurasakan ujung tangan besar dan lembut Mas Nizo mencacah liang

memekku. Mulutnya tak pernah keluar mengemoti puting susuku. Kesenangan di dua tempat tersebut benar-benar serius. Rangsangan hebat menyebar ke sekujur tubuhku. Cairan pelumas dari tahang memekku semakin membanjir oleh karena itu memperlancar laju tampak menyerap tusukan ujung tangan Mas Nizo. Menjamah seluruh relung vaginaku. Kelentitku dipermainkan sedemikian bagai. Tubuhku terlonjak-lonjak saking keselesaan. Pinggulku bergoyang, berputar dan

Cerita Sex Dewasa Ngentot Janda – cerita dewasa – bergerak maju menarik langkah menyidik irama tusukannya. “Ganti status Uni.. ” kata Raka Nizo tiba-tiba. Ia bangun sembari meritul tubuh Mbak Nita yang tengah asyik menungganginya. Kulihat Uni Nita sepertinya tahu apa khayalan Mas Nizo. Ia sinambung mengambil posisi menggeluncur pada atas tilam, bertumpu pada kedua lututnya yang ditekuk sementara pantatnya menjengking ke atas. Raka Nizo memungut kapasitas di belakangnya. Ia tekan punggung Mbak Nita sehingga wajahnya menyentuh ranjang. Pantatnya yang bulat penuh itu semakin menungging. Mas Nizo

berbicara tak terbuka lalu menatap penuh vitalitas liang memek Uni Nita yang telah menganga luhur dari bagian belakangnya. Raka Nizo memegangi kontolnya & diarahkan di liang itu. Tubuhnya segera didorong ke depan. Mbak Nita memburu seperti lembu yang padahal diperah. Mulutnya menganga serta mengaduh karena mereguk liangnya dijejali zat keras, panjang serta besar milik Mas Nizo. Aku panas hati melihat kenikmatan yang diperolehnya. Saya hambar tak bergerak pirsa persetubuhan mereka. Nafsuku bertambah memuncak. Ke-2 tanganku beserta

Cerita Sex Dewasa Ngentot Janda – cerita dewasa – kontan meremas buah dadaku sendiri. Mas Nizo tahu perbuatanku. Ia menyuruhku untuk simpatik. Mbak Nita lekas menarik tubuhku sampai telentang persis di bawahnya. Kedua kakiku dibukanya lebar-lebar lantas wajah Mbak Nita merayu pangkal pahaku. Aku bergerak menantikannya. Kemudian kurasakan sambaran lidahnya di bibir kemaluanku. Tubuhku berputar hebat. Serius! Segar kali ini aku merasakan lidah perempuan menjilati

memekku. Tubuhku meggeliat-geliat sempang geli dan nikmat. Mbak Nita memang luar lazim. Ia lihai sekali menyampaikan rangsangan padaku. Lidahnya menjilat-jilat kelentitku. Pantatku terangkat tinggi-tinggi begitu kurasakan serbuan hebat dari di tubuhku. Demikian kencang dan kuat terlintas aku tak bisa menahannya. Aku rengeh lirih sambil merongrong bibirku sendiri. Pancaran demi semburan memercik daripada liang memekku. Aku mencapai klimaks kenikmatan hanya dalam beberapa kali jilatan saja. Kulihat di bawah roman Uni Nita semakin

Cerita Sex Dewasa Ngentot Janda – cerita dewasa – tergelincir di antara selangkanganku. Mulutnya mengecup-ngecup cairan yang mengiler dari liangku. Menghirupnya mendalam. Ia dengan penuh gairah membersihkan ceceran cairanku dalam sekitar kemaluanku. “Oohh.. Mbak Nitai.. ngghh.. mmppffhh.. ” rintihku sambil menjenggut rambutnya dan menyesuaikan kepalanya ke pada selangkanganku. Sementara pada belakang sana, Raka Nizo dengan gagahnya menghujamkan senjata terus-menerus. Pinggulnya meliuk-liuk & bergerak maju mundur dengan kecepatan maksimum. Uni Nita datang kelabakan menyamakan

kegagahan pria tua yang jantan itu. Jangka beberapa detik kemudian Mbak Nita melenguh panjang. Tubuhnya berkelojotan. Nampaknya ia pun sudah biasa mencapai puncak kenikmatannya swasembada. Tubuhnya langsung lunglai serta terjatuh di sampingku. Aku segera menghujaninya dengan ciuman. Bibirnya kukulum. Buah dadanya kuremas-remas. Lenguhannya keluar muluk bahkan sebelah menjerit. Ia sambutan memeluk tubuhku. Mengerayangi buah

Cerita Sex Dewasa Ngentot Janda – cerita dewasa – dadaku. Memilin-milin putingku. Aku mendapat gairahku tampil kembali. Kami bergumul dengan panasnya. Aku mengerling di arah Mas Nizo yang terpesona menyaksikan aksi abdi. Batang kontolnya nampak tetap keras, menyepak dengan gagahnya. Saya biarkan dia memandang kami. Perhatianku tersita seluruhnya oleh gosokan Mbak Nita. Tubuhku menyambut hangat sun panasnya. Aku sudah bukan lagi menggubris Mas Nizo. Aku tak pernah meraba bahwa Mbak Nita mempunyai kecenderungan untuk bercinta secara sesama perempuan pula kecuali

dengan lelaki. Bi-sex, tanda orang. Saya pun sesungguhnya tak pernah berpikir hendak bercinta dengan sesama hawa dan tidak pernah membayangkan bakal kenikmatannya. Ternyata rasanya memang lain dari di yang lain. Aku tak kalah hangatnya menyambut cumbuan Mbak Nita. Dadaku seakan mau meledak sambil stimulan hebat yang bergolak di tubuhku. Bibir Mbak Nita terus-terusan menghisap puting susuku. Aku menggeliat-geliat saking enaknya. Kenikmatanku semakin betambah ketika kurasakan bibir kemaluanku digesek-gesek oleh muncung kepala kontol Raka Nizo yang mulai ikut bergabung beserta kami. Ya maaf! Aku berteriak dalan hati saking keenakan.

Cerita Sex Dewasa Ngentot Janda – cerita dewasa – Mana pernah kualami kesenangan sangat diantaranya yang sedang kurasakan saat ini. “Auuww! ” aku merintih saat merasakan kontol Mas Nizo menyeruak diantara bibir kemaluanku yang masih rapat. Agaknya membuatku tersedak dijejali pelir sebesar tersebut. Kubuka ke-2 kakiku lebar-lebar untuk memberikan jalan padanya. Pinggulku bergumul agar kontol itu merasuk segenap. Aku bisa memikat nafas lega mengamati Raka Nizo mulai dari lancar menyerbu pantatnya.

Ruang vaginaku terasa penuh. Gesekan urat-urat batang Mas Nizo sampai berasa ke ulu hati. Pucuk kepalanya menyodok-nyodok sesi terdalam vaginaku. Saya sampai kesuntukan nafas mengimbangi goyangan Mas Nizo. Ia benar-benar berani. Aku menurut padanya. Tubuhku serasa dipanggang oleh pelir panjangnya. Otot-otot vaginaku kukedut-kedut. Mas Nizo mengerang mereguk kesedapan kedutanku menghisap-hisap kontolnya. Baru tahu mereguk saat ini, ujarku dalam hati. Hendak kubikin KO dia, ancamku dalam hati dengan muram. Kuingin ia segera merandau air maninya dalam vaginaku. Kuingin merasakan keuletan semprotannya. Kuingin ia tumbang pada pelukannku. Aku bergoyang sekuat tenaga. Kupelintir baur kontolnya dalam memekku. Kulihat Raka Nizo megap-megap. Aku tambah bersemangat. Pinggulku sirkulasi seperti gasing.

Cerita Sex Dewasa Ngentot Janda – cerita dewasa – Meliuk-liuk liar. Kurasakan tubuhnya mulai berkelojotan. Aku sudah tak memperhatikan Uni Nita yang sibuk mencumbui tubuhku. Aku lebih bertafakur untuk membuat Mas Nizo mencapai orgasme secepatnya. Upayaku belum juga memperlihatkan dampak. Mas Nizo nampak masih perkasa menggenjotku. Belum tampak tengara ia akan orgasme. Aku semakin kesal melihatnya.

Karena lelet kelamaan saya sendiri yang kewalahan. Saya sudah merasakan desiran memuaskan dalam tubuhku. Aku kalang kabut sama gejolakku sendiri. Kucoba bertahan sekuat kiranya, namun batang kontol Mas Nizo sedang terus menusuk-nusuk secara cepatnya. Gesekan risa batangnya yang keras dan gerinjal urat-uratnya pada kelentitku, membuat pertahananku jebol paad walhasil. Aku memekik-mekik sekuat usaha tatkala aliran deras memarahi dari dalam diriku. Aku menyerah, berserah dan membiarkan otot-ototku melemas,

Cerita Sex Dewasa Ngentot Janda – cerita dewasa – melepaskan orgasmeku yang meledak-ledak. “Masukiinn.. semuaannyaa..! ” Jeritku seraya menarik bokong Mas Nizo di dalam selangkanganku sehingga kontolnya melesak masuk seluruhnya. Kurasakan emanasi demi semburan memancar dari dalam liangku. Selama Mbak Nita mengelus-elus wajahku seolah sedang menenangkan diriku yang tengah menyekat amukan kobaran kebakaran birahi.

Saya segar bisa mengambil nafas lega beberapa menit lalu. Tulang-tulangku serasa pada jatuh. Aku terkulai lemas. Tenagaku terkuras habis di turnamen tadi. Raka Nizo lalu mengirai batangnya dari liangku. Ia nampak tetap perkasa, mengacung mulia. Kepalanya mengkilat karena cairan milikku. Mbak Nita menoleh ke arahnya, kemudian kepadaku sepertinya memohon

Cerita Sex Dewasa Ngentot Janda – cerita dewasa – bantuanku untuk ‘mengeroyok’ perwira yang telah membuat kita berdua luluh lantak. Saya mengangguk dan segera bangkit menghampiri Mas Nizo. Kutarik jasad atletisnya yang telah licin karena keringatnya, agar berbaring tengadah di tilam. Bibirku langsung menyerbu kawasan selangkangannya. Aku sudah biasa tidak sabar ingin melumat tangkai kontolnya. Kuselomoti dengan serakah hingga terdengar tanggapan kecipakan air liurku.

Sementara Uni Nita memulai cumbuannya di bagian dadanya. Menjilati klitoris susunya yang besar. Mengiring langsung ke bawah dan bergabung denganku menggumuli batangnya. “Ouuhh.. sedaapp.. ” Jeritan Raka Nizo melihat 2 perempuan cantik saling bertanding menciumi kontolnya. Mbak Nita kebagian ujung kepalanya, sementara aku menjilati batang & buah pelernya. Kami berdua baku berlomba memberikan kenikmatan kepada Mas Nizo. Kita kemudian berputar.

Cerita Sex Dewasa Ngentot Janda – cerita dewasa – Aku bagian kepada, Mbak Nita potongan bawah. Seterusnya berputar mencapai berbatas beberapa menit lamanya. Ketika abdi merasakan Mas Nizo menggelinjang dan mengerang sebagaimana menahan zat, secara berdampingan lubang kami menciumi moncong kontolnya dari sebelah. Ke-2 tangan kami mengocok batangnya. “Ouuhh.. saa.. yaa.. di.. ke.. kelu.. ” belum sempat ucapannya berakhir, nampak enceran kental dan redut menyemprot keras daripada moncongnya.

Tubuhnya menghentak-hentak seiring beserta semburan air maninya yang tak henti-henti menyembur. Roman kami cerai-berai disirami larutan maninya yang keluar demikian banyak. Mbak Nita mencucup terus dengan rakusnya. Lidahnya menyalakan sampai bersih baur itu dari sebaran uap maninya. Namun aku mengocoknya seakan mau memeras pelir itu hingga selesai cairannya.