Cerita Dewasa Ngentot

Cerita Dewasa Ngentot Sedarah

Cerita Dewasa Ngentot Sedarah

Cerita Dewasa Ngentot Sedarah, Cerita Hot Ngentot, Cerita Seks Sedarah, Ngentot Saudara Perawan, Cerita Sex Sedarah, Online Porn Indonesian.

Cerita Dewasa Ngentot

Pertama-tama aku mengenal dirinya, saya kagum dengan budi moral dan kesopanan bicaranya. Tatkala itu aku masih tegak, dia sudah duduk dalam bangku akhir SLTP dan usianya menginjak 15 tahun, namanya Nesya, ya.. Nesya, cantik sekali namanya secantik orangnya. Waktu itu aku sudah bertunangan dengan terkakak-kakak sepupunya yang sekarang sudah menjadi istri tercintaku & dikaruniai seorang putra yang lucu.

Tiga tahun kemudian adik sepupu istriku Nesya datang ke rumahku serta memintaku untuk membantu menyiasati PTS di kotaku. Aku dan istriku jadi ribut dibuatnya karena harus mengulurkan dia untuk daftar, test dan cari kost. Selama masa membantu dia, aku memperoleh pengalaman yang sangat memikat dan membuatku bertanya-tanya dalam hati.

Selama aku membantunya mencarikan PTS di kotaku, dia sering mencuri ranggul ke arahku dengan pantauan yang nakal, kemudian terseyum sambil memandang kejauhan. Intim tanpa ekspresi, aku kendati terdiam sampai dia lalu. Aku terkejut bukan karena cara pandangannya kepadaku, tetapi dia sendiri itu yang membuat jantungku berdetak kian cepat. Aku kemudian mengobrol, jika waktu berpihak kepadaku, jika keberuntungan mendukung, kalau kesempatan mau sedikit sekadar berbaik hati. Mungkin pula aku yang terlalu berjanji dibuatnya, sebenarnya batinku tidak setuju untuk menyebutnya demikian.

Kemudian kami pamit menurut istriku, dan aku menimbulkan sespan, kuhidupkan mesinnya. Saya duduk di depan dan dia di belakangku, saya mengatasi daerah yang hening dan kemudian lintasnya. Setelah sampai pada daerah yang lalu lintasnya kurasa sepi, aku menendang dan turun dari motor. Kemudian aku melepaskan kaum petunjuk yang diperlukan & mempersilakan dia untuk duduk di depan dan saya di belakangnya. Beberapa menit lalu motor mulai sendi lelet dan bergoyang-goyang sampai mau jatuh. Terpaksa aku sehat memegang stang perencana, saya tidak sempat menanggapi pipih tubuhnya. Badannya amat indah jauh lebih menawan daripada yang aku khayalkan. Lehernya yang putih, pundaknya, risiko dadanya.. Akh..!

Sesudah aku membantu memegang stang, perabot dapat berjalan secara teguh, aku mulai dapat memberi konsentrasi. Aku mereguk kemarahan tangannya, telapak tanganku menambun pada telapak tangannya. Kuusap tangannya, dia nggak bereaksi, mungkin karena lagi pemfokusan dengan jalan. Lalu saya merapatkan dudukku di kepil sehingga kemaluanku tiba pada punggung bagian kaki gunung. Hidungku kudekatkan ke besok telinganya, tercium bau sedap(bau) di rambutnya. Aku mulai terangsang, kemaluanku mulai tetap papar celana pada yang kupakai.

Karena dia sudah mulai dari dapat menutup motor, selama aku masih dapat menumpaskan diriku beserta baik, kutawarkan untuk pendidikan sendiri serta aku menyambut di warung saja. Akan tetapi dia nggak mau, dia ingin aku tetap hidup di belakangnya. Aku jadi khawatir otonom, kalau sebagai itu terus hendak berbahaya, imanku kuat tapi barangku nggak mau diajak kompromi.

Kesudahannya timbul di pikiranku untuk sekedar melakukan iseng saja. Kemudian saya pura-pura membaca soal ulang alik, aku merapatkan badanku datang kemaluanku menempel di bawah punggungnya. Nesya pasti juga bisa merasakan kemaluanku yang tegak. Tapi dia semata-mata hambar saja, kubisikan dalam telinganya..

“Nesya, kamu mempesona sungguh! ” kataku dengan tanggapan bergetar.

Tetapi dia uniform tidak bereaksi, lantas saya meletakkan kedua tanganku pada kedua pahanya. Sangkasangka dia tetap tidak meningkah, aku jadi semakin degil merayau pahanya yang terkuak, sebab dia memakai seluar cepak.

“Akh.. Kakak sewenang-wenang! Entar dimarahi Kak Lina lho, kalau ketahuan! ”, katanya manja.

“Kalau Nesya nggak cerita, ya.. Nggak terdapat yang tahu! Mamak Nesya mau cerita tentu Kak Lina? ” tanyaku.

“Ya.. Nggak sih”, katanya.

“Kalau gitu kamu cantik dech”, kataku.

Karena memperoleh salang hijau aku tambah berani, kukatakan bahwa payudaranya luar biasa bagus bentuknya, lebih indah dari punya kakaknya, Lina. Dia tampak suka.

Semasih aku mau mohon diri menongol, pandangan mataku berlaga dengannya, hati ini meleset gembur, pandangan matanya benar-benar meluluh-lantakan hatiku dan meluluhlantahkan imanku. Aku tidak oleh sebab itu hidup, kupegang tangannya. Kuusap secara penuh perasaan, dia kosong saja, kemudian kupegang pundaknya, kubelai rambutnya..

“Nesya awak cantik sekali”, kataku beserta suara bergetar, akan tetapi Nesya diam saja dengan suak semakin menunduk. Lantas saya meletakkan tanganku di pundaknya. Dan karena dia diam saja, aku oleh karena itu semakin berani, kucium dalam potongan belakang telinganya secara sosial, rupanya dia start terangsang. Dengan pelan-pelan awak Nesya aku bimbing, kuangkat supaya berada dalam pangkuanku.

Selama kemaluanku semakin menegang, usapan tanganku semakin diturunkan ke arah payudaranya. Aku ngerasa nafas Nesya sudah terkapah-kapah seperti nafasku pula. Saya semakin nekat, tanganku kumasukan ke dalam kaosnya dari bawah. Pelan-pelan berkerumun tinggal landas ke atas mendekati panyudaranya, dan ketika tanganku telah sampai ke pinggiran payudaranya yang masih tertutup beserta BH-nya, kuusap bagian bawahnya dengan penuh perasaan, dia menggelinjang dan menoleh di arahku dengan mulut sekutil terbuka.

Aku jadi bukan tahan lagi, kutundukan muka kemudian mendekatkan bibirku ke bibirnya. Ketika bibir kalian bersentuhan, aku merasakan sangat hangat, kenyal dan bersimbah. Aku pun melumat bibirnya dengan perasaan sayang dan Nesya membalas ciumanku, pelan-pelan lidahku mulai menjulur mengepung ke dalam mulutnya & mengkait-kaitkan lidahnya, membuat nafas Nesya semakin memburu.

Tanganku pun tidak tinggal hambar, kusingkapkan BH-nya ke kepada, sehingga aku dapat dengan leluasa memegang payudaranya. Aku belum melihat tapi aku sudah dapat membayangkan wujudnya, ukurannya tidak terlalu gede dan terlalu kecil, oleh karena itu kalau dipegang rasanya kompatibel dengan telapak tanganku. dada bulat dengan punting yang tegak bergetar seperti ingin dihisap. Kuusap dan kuremas, Nesya mulai merintih keenakan.

Kemudian Nesya kurebahkan di kasur, kulepas kaosnya dan BH-nya sehingga tampak pemandangan yang amat menakjubkan. Dua buah pundung yang berdiri tegak merespons, kupandangi badannya yang sebelah terbuka. Kemudian mulutku pelan-pelan kudekatkan ke buah dadanya, serta ketika mulutku menjamah buah dadanya, Nesya mengerang kian keras. Nafsuku bertambah naik, kuciumi susunya secara tidak sabar. Putingnya kukulum beserta lidahku, kuputar-putar pada sekitar putingnya dan susunya yang sebelah kuremas dengan tanganku.

Kemudian kupindahkan kepalanya di pahaku dan susunya menumpang dipunggungku, aku ajari dia, mulanya kusuruh cium baur kemaluanku kemudian kusuruh jilati dengan lidahnya. Saya merasakan sesuatu yang unik yang bukan kualami jika dengan istriku, mungkin olehkarena itu Nesya sedang gadis, populer dan tubuhnya belum sempat dijamah sedikitpun oleh laki2.

Rupanya Nesya juga mereguk dan mulai terangsang. Sebab posisi kita kurang lepas, aku mengajar Nesya pola dari pembaring dan duduk di dasar sementara saya tetap hidup di pembaring, sehingga mukanya tepat lepas selangkanganku. Waktu ini dengan lawas dia siap melihat kemaluanku yang tambah keras. Kemaluanku terus dipandangi tanpa berkedip, dan sangkasangka makin memproduksi nafsunya menjulang.

Mulutnya renek mulai didekatkan ke haluan kemaluanku dan bibirnya mengecup kepala kemaluanku, tangannya menyimpan pangkal kemaluanku. Mulutnya mulai dari ditempelkan di dalam kepala kemaluanku dan lidahnya kusuruh menjilati ujungnya. & aku start menyuruhnya untuk dikulum dalam mulutnya, mulutnya mulai dibuka agak luhur dan kemaluanku bagian ujungnya mulai dikulum, aku semakin keenakan.

“Nesya.. ennaak! Langsung sayang, wejangan terus lebih dalam lagi, nah.. Demikian sayang. ”

Rambutnya kuusap-usap dan kepalanya pelan-pelan kutarik kemudian kudorong lagi di arah kemaluanku. Ternyata dia tahu birahiku, kemudian dia hisap kontolku di dalam mulutnya. Aku merasa sudah biasa nggak tahan, apalagi semasih Nesya melakukannya semakin lekas. Tatkala aku merasa spermaku target keluar, pelan-pelan kutahan trik kepalanya, maksudku rencana menarik kemaluanku keluar daripada mulutnya. Tetapi dia sekiranya menentang gerakanku, dengan memegang sebab kemaluanku lebih memuaskan & mempercepat gerakannya. Akhirnya aku tidak dapat menutup kian lama lagi..

“Aahh, aahh, aahh..! ”

Spermaku keluar dalam mulutnya secara mereguk nikmat luar biasa serta badanku sampai tersentak-sentak. Kemudian kemaluanku kutarik dari mulutnya. Aku melihat di mulutnya belepotan dengan spermaku, kuangkat dia dan kududukkan dalam pahaku, tanganku yang bagian kiri menopang kepalanya, namun tanganku yang kanan melenyapkan mulutnya.

“Kamu sangek sekali, Kakak mendapatkan nafsu yang luar biasa”, kataku berbisik. “Nesya.. Juga Kak, saat ini Nesya merasakan tulang-tulang Nesya seperti lepas! ” Lalu kuangkat tubuhnya yang tetap telanjang, kurebahkan di kasur. Aku sendiri merapikan pakaian dan langsung pamit kembali.

Setelah kejadian tersebut saya sangat merasa menyesal, tetapi lagi-lagi sudah terlambat, tapi hatiku mengatakan tidak ada yang terlambat, lebih baik terlambat dari pada bukan sama sekali. Aku kembali bertolak dalam hatiku pas mencapai berbatas di sini.